KORELASI ANTARA BAHASA INDONESIA DENGAN SISTEM INFORMASI
Berbicara tentang bahasa tentu bukan merupakan hal yang baru
bagi kehidupan manusia. Setiap manusia beraktivitas,pasti memahami dan
menggunakan bahasa tertentu.Jadi,dapat dipertegas bahwa bahasa merupakan satu
kebutuhan pokok dalam kehidupan manusia.Tanpa bahasa manusia tidak berarti
apa-apa dihadapan orang lain.Orang lain tidak memahami siapa dan bagaimana
kita.Namun,ketika kita diajak untuk mendefinisikan apaitu bahasa,ternyata tidak
semua penutur bahasa dapat menjelaskan dengan baik.Oleh karena itu perlu
dipaparkan pengertian bahasa secara lengkap.
Ditinjau secara umum,bahasa dapat diartikan sebagai ucapan,pikiran dan perasaan
seseorang yang disampaikan secara teratur dan digunakan sebagai alat komunikasi
antaranggota masyarakat. Menurut Harimurti Kridaklaksana (1997) bahwa bahasa
merupakan sistem lambang bunyi yang arbitrer,digunakan para anggota kelompok
sosial untuk bekerja sama dan berkomunikasi untuk mengidentifikasi diri
dihadapan orang lain.
Di sisi lain, rumusan pengertian bahasa dapat pula dilihat secara praktis dan
teknis. Secara praktis, bahasa merupakan salah satu alat komunikasi berwujud
sistem bunyi atau tulisan yang mempunyai makna tertentu, dpahami dan dihasilkan
oleh alat ucap manusia. Secara teknis, bahasa merupakan seperangkat ujaran yang
bermakna lengkap yang dihasilkan oleh alat ucap manusia.
Berdasarkan beberapa pengertian bahasa diatas, maka dapat dokemukakan secara
jelas bahwa Bahasa Indonesia adalah suatu sistem lambang atau bunyi yang
mempunyai makna secara lengkap dan teratur yang bersumber dari Bahasa Melayu
dan digunakan sebagai alat komunikasi secara resmi diseluruh tanah air
indonesia, mulai dari sabang sampai merauke.
PENGERTIAN BAHASA : secara umum dapat difenisikan
sebagai lambang. Pengertian lain dari bahasa adalah alat komunikasi yang berupa
sistem lambang yang dihasilkan oleh alat ucap pada manusia.
Perlu kita ketahui bahwa bahasa terdiri dari kata-kata atau
kumpulan kata. Masing-masing mempunyai makna, yaitu, hubungan abstrak antara
kata sebagai lambang dengan objek atau konsep yang diwakili Kumpulan kata atau
kosa kata itu oleh ahli bahasa disusun secara alfabetis, atau menurut urutan
abjad, disertai dengan penjelasan artinya dan kemudian dibukukan menjadi sebuah
kamus atau leksikon
Pada waktu kita berbicara atau menulis, kata-kata yang kita
ucapkan atau kita tulis tidak tersusun begitu saja, melainkan mengikuti aturan
yang ada. Untuk mengungkapkan gagasan, pikiran atau perasaan, kita harus
memilih kata-kata yang tepat dan menyusun kata-kata itu sesuai dengan aturan bahasa.
Seperangkat aturan yang mendasari pemakaian bahasa, atau yang kita gunakan
sebagai pedoman berbahasa inilah yang disebut Tata bahasa.
Untuk selanjutnya yang berhubungan dengan tata bahasa akan
dibahas lebih detail lagi yaitu tentang
fonologi, morfologi, sintaksis,
semantik dan etimologi. Pengertian dari Fonologi ialah bagian tata
bahasa yang membahas atau mempelajari bunyi
bahasa. Morfologi mempelajari proses pembentukan kata secara
gramatikal beserta unsur-unsur dan bentuk-bentuk
kata. Sintaksis membicarakan komponen-komponen
kalimat dan proses
pembentukannya. Bidang ilmu bahasa yang secara khusus menganalisis arti atau
makna kata ialah semantik, sedang yang membahas asal-usul bentuk kata
adalahetimologi.
PENGERTIAN SISTEM : Sistem adalah kesatuan bagian-bagian
yang saling berhubungan yang berada dalam suatu wilayah serta memiliki
item-item penggerak, contoh umum misalnya seperti negara. Negara merupakan
suatu kumpulan dari beberapa elemen kesatuan lain seperti provinsi yang saling
berhubungan sehingga membentuk suatu negara dimana yang berperan sebagai
penggeraknya yaitu rakyat yang berada dinegara tersebut.
PENGERTIAN INFORMASI : Informasi adalah data yang sudah diolah
menjadi suatu bentuk lain yang lebih berguna yaitu pengetahuan atau keterangan
yang ditujukan bagi penerima dalam pengambilan keputusan, baik masa sekarang
atau yang akan datang. Di era globalisasi ini, cara untuk menyampaikn suatu
informasi bisa dilakukan melaui berbagai media elektronik secara
online. Untuk melakukan pencarian suatu informasi dapat dicari dengan
mudah dan cepat saat ini.
Sistem informasi adalah suatu aplikasi yang dapat kita
temukan di computer, biasanya aplikasi ini digunakan untuk mendukung
proses yang dijalankan oleh suatu organiasi tertentu yang bidangnya membutuhkan aplikasi
sistem informasi.
Menurut Robert A. Leitch dan K. Roscoe Davis sistem
informasi adalah suatu sistem di dalam suatu organisasi yang mempertemukan
kebutuhan pengolahan transaksi harian, mendukung operasi, bersifat manajerial
dan kegiatan strategi dari suatu organisasi dan menyediakan pihak luar tertentu
dengan laporan-laporan yang diperlukan.
Sistem informasi adalah
aplikasi komputer untuk mendukung operasi dari suatu organisasi:
operasi, instalasi, dan perawatan komputer, perangkat lunak, dan data. Sistem
Informasi Manajemen adalah kunci dari bidang yang menekankan finansial dan
personal manajemen. Sistem Informasi Penjualan adalah suatu sistem informasi
yang mengorganisasikan serangkaian prosedur dan metode yang dirancang untuk
menghasilkan, menganalisa, menyebarkan dan memperoleh informasi guna mendukung
pengambilan keputusan mengenai penjualan.
Sistem Informasi adalah sekumpulan komponen dari informasi
yang saling terintegrasi untuk mencapai tujuan yang spesifik. Komponen yang
dimaksud adalah komponen input, model, output, teknologi, basis data (data
base), kontrol atau komponen pengendali.
Sistem Informasi adalah sekumpulan hardware, software,
brainware, prosedur dan atau aturan yang diorganisasikan secara integral untuk
mengolah data menjadi informasi yang bermanfaat guna memecahkan masalah dan
pengambilan keputusan
Sistem Informasi adalah satu Kesatuan data olahan yang
terintegrasi dan saling melengkapi yang menghasilkan output baik dalam bentuk
gambar, suara maupun tulisan.
Sistem Informasi adalah Proses yang menjalankan fungsi
mengumpulkan, memproses, menyimpan, menganalisis, dan menyebarkan informasi
untuk kepentingan tertentu; kebanyakan SI dikomputerisasi.
Sistem informasi adalah sekumpulan komponen pembentuk sistem
yang mempunyai keterkaitan antara satu komponen dengan komponen lainnya yang
bertujuan menghasilkan suatu informasi dalam suatu bidang tertentu. Dalam
sistem informasi diperlukannya klasifikasi alur informasi, hal ini disebabkan
keanekaragaman kebutuhan akan suatu informasi oleh pengguna
informasi. Kriteria dari sistem informasi antara lain, fleksibel, efektif
dan efisien.
Sistem informasi adalah kumpulan antara sub-sub sistem yang
salaing berhubungan yang membentuk suatu komponen yang didalamnya mencakup
input-proses-output yang berhubungan dengan pengolaan informasi (data yang
telah dioleh sehingga lebih berguna bagi user).
Sistem informasi adalah sistem yang saling berhubungan dan
terintegrasi satu dengan yang lain dan bekerja sesuai dengan fungsinya untuk
mengatur masalah yang ada.
Suatu sistem informasi (SI) atau information system (IS)
merupakan aransemen dari orang, data, proses-proses, dan antar-muka yang
berinteraksi mendukung dan memperbaiki beberapa operasi sehari-hari dalam suatu
bisnis termasuk mendukung memecahkan soal dan kebutuhan pembuat-keputusan
manejemen dan para pengguna yang berpengalaman di bidangnya.
Sistem Informasi terdiri dari dua buah kata, yakni sistem dan informasi. Sistem
adalah kumpulan dari elemen-elemen yang berinteraksi untuk mencapai suatu
tujuan tertentu. Menurut Jerry FithGerald: “ Sistem adalah suatu jaringan kerja
dari prosedur-prosedur yang saling berhubungan, berkumpul bersama-sama untuk
melakukan suatu kegiatan atau menyelesaikan suatu sasaran tertentu”. Informasi
adalah data yang telah diproses menjadi bentuk yang memiliki arti bagi penerima
dan dapat berupa fakta, dan memiliki suatu nilai yang bermanfaat. Bila
keduanya digabungkan maka Sistem Informasi berarti suatu sistem terintegrasi
yang mampu menyediakan informasi yang bermanfaat bagi penggunanya.
Secara awam masyarakat mengenal sistem informasi berupa software yang ditunjang
dengan adanya sebuah komputer (hardware). Fungsi dari sistem informasi adalah
untuk mengolah, menyimpan, mempublikasikan (menyebarkan) sebuah informasi. Dengan
adanya sistem informasi ini informasi dapat dikelola dan diakses dengan cepat
serta akurat. Ini memudahkan seseorang untuk mendapatkan informasi secara
efisien karena dapat menghemat biaya, tenaga, dan waktu. Sehingga manusia dapat
menggunakan waktu dan tenaganya untuk melakukan aktivitas lainnya yang
lebih dari sebelumnya.
PENGERTIAN ILMU : Ilmu merupakan pengetahuan yang
dapat di pahami, di mengerti, serta dapat di terapkan. Ilmu pengetahuan
tercipta karena adanya kebutuhan manusia untuk menguasai alam semesta dalam
rangka mempertahankan kehidupannya.
Sesuai dengan perkembangan kebutuhan manusia, ilmu pengetahuan pun berkembang
dengan sangat pesatnya. Penguasaan terhadap alam semesta itu dilakukan dengan
tidak merusak tatanan alam itu sendiri. Kerusakan terhadap tatanan alam akan
berdampak pada kehidupan umat manusia. Agar penguasaan alam semesta tidak
bertampak pada perusakan, maka penguasaan terhadap ilmu pengetahuan perlu
dibaringi dengan norma dan etika.
PENGERTIAN BUDAYA : Budaya secara harfiah berasal dari Bahasa Latin
yaitu Colere yang memiliki arti mengerjakan tanah, mengolah, memelihara ladang
(menurut Soerjanto Poespowardojo 1993).
Menurut The American Herritage Dictionary mengartikan kebudayaan adalah sebagai
suatu keseluruhan dari pola perilaku yang dikirimkan melalui kehidupan sosial,
seniagama, kelembagaan, dan semua hasil kerja dan pemikiran manusia dari suatu
kelompok manusia.
Menurut Koentjaraningrat budaya adalah keseluruhan sistem gagasan tindakan dan
hasil karya manusia dalam rangka kehidupan masyarakat yang dijadikan miliki
diri manusia dengan cara belajar.
Kesimpulannya budaya adalah sesuatu perilaku dari sekelompok masyarakat yang
menjadi suatu tradisi atau kebiasaan yang dilakuukkan secara turun temurun dari
sekelompok masyarakat dan itu menjadi ciri khas dari kelompok mereka.
PENGERTIAN DASAR : Dasar adalah suatu awalan atau permulaan dari
semuannya, ilmu dasar berarti ilmu yang di pelajari adalah awal dari sebuah
pelajaran dan pelajaran itu akan berkembang yang disebut pengembangan dasar.
ILMU BUDAYA DASAR : Secara sederhana IBD adalah pengetahuan yang
diharapkan dapat memberikan pengetahuan dasar dan pengertian umum tentang
konsep-konsep yang diekembangkan untuk mengkaji masalah-masalah manusia dan
kebudayaan. Istilah IBD dikembangkan petama kali di Indonesia sebagai pengganti
istilah basic humanitiesm yang berasal dari istilah bahasa Inggris “the
Humanities”. Adapun istilah humanities itu sendiri berasal dari bahasa latin
humnus yang astinya manusia, berbudaya dan halus. Dengan mempelajari th
humanities diandaikan seseorang akan bisa menjadi lebih manusiawi, lebih
berbudaya dan lebih halus. Dengan mempelajari the humanities diandaikan
seseorang akan bisa menjadi lebih manusiawi, lebih berbudaya dan lebih halus.
Dengan demikian bisa dikatakan bahwa the humanities berkaitan dengan
nilai-nilai manusia sebagai homo humanus atau manusia berbudaya. Agar manusia
menjadi humanus, mereka harus mempelajari ilmu yaitu the humanities disamping
tidak meninggalkan tanggungjawabnya yang lain sebagai manusia itu sendiri.
Manusia dan informasi.
Dalam kesehariannya manusia tidak dapat terlepas informasi-informasi yang ada
disekitarnya. Mengapa demikian? Karena manusia memiliki panca indera yang
berfungsi menerima setiap informasi bagi dirinya sendiri maupun bagi orang
lain. Tak bisa dipungkiri bahwa setiap input yang masuk kedalam panca indera
kita dapat menjadi sebuah informasi, entah itu menjadi informasi yang
bermanfaat ataupun tidak. Dan bila manusia itu sendiri merasa bahwa informasi
itu sangat penting bagi dirinnya maka akan timbul perasaan keingintahuan dan penasaran
untuk mendapatkan informasi tersebut sebanyak-banyaknya.
Banyak sekali cara untuk mendapatkan informasi yang berguna bagi manusia.
Misalkan didalam sebuah keluarga, seorang Ayah membaca Koran di pagi hari untuk
mendapatkan informasi berita atau peristiwa kejadian yang telah terjadi,
melihat harga penjualan suatu barang, mencari informasi lowongan pekerjaan.
Sang Ibu membaca majalah atau tabloid untuk mendapatkan informasi bagaimana
cara mengurus si buah hati yang masih bayi, mendapatkan resep-resep makanan
yang bervariasi, serta tips-tips menjaga rumah tangga yang harmoni. Begitupun
sang anak yang mendapatkan informasi dari tayangan televisi, teman bermainnya,
buku-buku cerita maupun pelajaran, serta internet yang sekarang sudah dapat
diakses dibanyak tempat.
Selain manusia membutuhkan informasi bagi dirinya, manusia sebagai makhluk
sosial perlu memberikan informasi pula bagi orang lain. Memberikan informasi
kepada orang lain diperlukan karena manusia saling terkait antara yang satu
dengannya lainnya dalam rangka saling memenuhi kebutuhannya masing-masing.
Banyak sekali media untuk dapat memberikan informasi tersebut baik kepada
individu / perseorangan (misalkan dengan surat, telephone, sms, fax, e-mail)
serta kelompok atau masyarakat luas (misalkan dengan memasangkan iklan atau
pengumuman melalui banner di jalan-jalan, televisi, penerbitan buku-buku, dll).
Sehingga banyak sekali cara-cara yang variatif dan menarik dalam memberikan
informasi agar orang lain mau untuk menggali lebih dalam informasi yang
diberikan tersebut.
Pentingnya dan dampak dari sebuah informasi
Peningkatan kemampuan manusia dalam mendapatkan, menyebarkan, serta mengolah
informasi berdampak sistemik terhadap kehidupan manusia secara keseluruhan.
Dari segi waktu yang tersisa banyak akibat pengelolaan informasi yang sangat
cepat, manusia dapat menggunakannya untuk mencari informasi yang lainnya atau
melakukan aktifitas yang bermanfaat. Manusia pun akan semakin berkembang karena
ia mendapatkan informasi yang sebanyak mungkin ia dapatkan. Selanjutnya manusia
akan berubah cara berfikirnya, bisa menjadi lebih realistis, mudah beradaptasi,
mampu melihat keadaan lingkungan disekitarnya, serta cara pandang wawasan yang
lebih luas. Selanjutnya manusia akan terus mengembangkan potensi yang ada pada
dirinya tersebut untuk kehidupan yang lebih baik lagi.
Namun disisi lainnya manusia bisa terjebak dengan dimudahkannya dalam
mendapatkan informasi yang ia inginkan. Manusia akan merasa terlena sehingga
tanpa sadar berjalan dalam kelalaiannya sendiri. Selain itu informasi yang
bersifat negatif pun bila tidak difilter dan langsung diterima begitu saja maka
akan menyebabkan berdampak buruk bagi seseorang. Informasi tersebut akan
merubah cara pandang, gaya hidup, pergaulan, serta kebiasaan yang berbeda dan
dianggap aneh bagi orang lain disekitarnya karena bisa jadi berbenturan
norma-norma atau nilai-nilai yang ada dimasyarakat.
Informasi-informasi yang terlalu banyaknya akan masuk dan terlalu mudah diakses
ini akan mampu merubah kepribadian seseorang. Dalam kehidupan nyata
dimasyarakat remajalah yang akan sangat mudah terpengaruh atas informasi yang
masuk kepadanya. Alasannya klasik yakni karena remaja dianggap sebagai
seseorang yang masih mencari jati dirinya. Bila informasi yang diterima
berdampak positif hal ini tentu menjadi harapan dari penemuan dan pengembangan
dari sebuah teknologi, namun bila sebaliknya akan sangat merugikan sekali
akibatnya. Remaja akan kehilangan jati diri yang telah tertanam dari para
leluhurnya. Bila setiap remaja seperti demikian maka sebuah generasi akan
kehilangan jati diri bangsanya masing-masing. Walaupun perlu waktu yang panjang
untuk melihat hal tersebut, namun dampak ini telah terlihat bahkan mulai
dominan di dalam masyarakat.
Informasi dapat merubah nilai-nilai yang ada didalam masyarakat
Sebuah nilai-nilai kehidupan masyarakat yang telah lama tertanam didalam sebuah
masyarakat merupakan warisan turun-temurun dari para leluhurnya. Sebagai contoh
masyarakat Indonesia sejak dahulu nenek moyangnya telah terkenal dengan budaya
bangsa yang agak ketimur-timuran, Hal ini tercermin dari cara berpakaian yang
tertutup dan rapi, tutur kata yang santun, ramah tamah, serta memiliki semangat
untuk bergotong-royong.
Seiring berjalannya kemajuan teknologi dalam mengembangkan informasi yang mudah
diakses dari banyaknya macam media, secara perlahan-lahan berbagai informasi
yang begitu derasnya tak tertampung masuk kedalam masyarakat Indonesia,
sehingga merubah paradigma berfikir dan menggeser nilai-nilai yang ada dengan
tren atau kebiasaan orang diluar masyarakat Indonesia.
Nilai-nilai tadi berubah menjadi budaya yang biasa dibilang dengan budaya
kebarat-baratan. Perlahan tapi pasti kebiasaan dan semangat-semangat yang
dahulu mulai berubah. Dahulu seorang wanita akan malu bila berpakaian yang
terlalu terbuka auratnya, serba ketat dan mini. Namun pandangan tersebut
berubah, bila sekarang dengan sedikit ledekan atau cibiran seorang wanita akan
malu bila ia terlihat mengenakan pakaian yang rapi, sopan dan serba tertutup.
Ini merupakan salah satu contoh dari sebuah indikator bagaimana informasi mampu
menggeser serta merubah nilai-nilai yang telah lama tertanam di sebuah
mayarakat. Tentunya ini merupakan dampak negatif. Mungkin salah satu solusinya
adalah bagaimana masyarakat mampu untuk memilah-milah informasi-informasi yang
mereka terima tanpa begitu saja.
Perlu diperhatikan kembali bahwa didalam sebuah masyarakat generasi mudalah
yang sangat rentan terkena dampak negatif ini. Kebiasaan-kebiasaan yang
dianggap “negatif” karena diluar nilai-nilai yang berlaku dimasyarakat itu,
bila telah terbiasa dilakukan semenjak dini akan menjadi sulit untuk
dikembalikan lagi. Dan berdampak kepada generasi selanjutnya.
HUBUNGAN INFORMASI DENGAN ILMU :
Pengaksesan informasi secara online sangat bermanfaat bagi
IPTEK. Dalam IPTEK internet menjadi kebutuhan sehari-harinya. Karena melalui
internet maka orang bisa mengetahui ilmu pengetahuan yang kita tidak ketahui
menjadi tahu. Kemudian manfaat yang lainnya internet bagi IPTEK, yaitu
mempelajari teknologi-teknologi yang berkembang saat ini. Dan juga bisa
membantu dalam menyelesaikan tugas-tugas sekolah yang tugasnya membuat
laporan-laporan lainnya. Seperti laporan makalah ekonomi, biologi, kimia,
fisika, dan lain-lain. Kalau kita hanya berpatokan dengan buku saja maka kita
akan mengalami kerepotan dalam mencarinya. Bukan hanya makalah, laporan
penelitian juga bisa seperti jurnal yang hanya bisa didapatkan di internet.
Tapi di tiap sekolah di Indonesia khususnya sekolah negeri,
pemerintah sudah memasang computer di tiap sekolah plus internet. Agar siswa
dan siswi Indonesia tidak menjadi bodoh dalam menggunakan computer dan
internetnya. Tapi internet tidak selalu menguntungkan ada juga kerugiannya
seperti adanya situs-situs yang tidak wajar untuk ditampilkan di depan public.
Kesemua itu dilakukan oleh manusia hanya untuk mencari sensasi. Tapi manusia
tidak tau apa yang akan terjadi jikalau anak-anak yang melihatnya. Mereka bisa
terpengaruh dan juga bisa menirunya jika mereka suka.
Internet tidak selalu menguntungkan ada juga sisi negativenya. Tapi kalau untuk
mencari berita-berita atau informasi penting itu sangat berguna sekali.
Internet merupakan sarana pendidikan untuk menambah wawasan. IPTEK di Indonesia
cukup bagus. Dimana pendidiknya profesional dan berpengalaman. Kesemua itu
dilakukan agar Indonesia tidak lagi menjadi negara terbelakang dalam hal
pendidikan. Faktor yang menghambat pendidikan di Indonesia adalah kurangnya
modal untuk mendirikan dan menyekolahkan orang-orang yang kurang mampu.
Sebelum adanya Internet, masalah utama yang dihadapi oleh pendidikan di seluruh
dunia adalah akses kepada sumber informasi. Perpustakaan yang konvensional
merupakan sumber informasi yang sayangnya tidak murah. Buku-buku dan journal
harus dibeli dengan harga mahal. Pengelolaan yang baik juga tidak mudah.
Sehingga akibatnya banyak tempat di berbagai lokasi di dunia yang tidak
memiliki perpustakaan yang lengkap. Adanya Internet memungkinkan mengakses
kepada sumber informasi yang mulai tersedia banyak. Dengan kata lain, masalah
akses semestinya bukan menjadi masalah lagi. Tetapi di Indonesia, belum
semua pendidikan menggunakan internet. Ada beberapa alasan mengapa di Indonesia
belum semua pendidikan menggunakan internet, faktornya adalah :
Kurangnya penguasaan bahasa Inggris. Suka atau tidak suka, sebagian besar
informasi di Internet tersedia dalam bahasa Inggris. Penguasaan bahasa Inggris
menjadi salah satu keunggulan (advantage).
Kurangnya sumber informasi dalam bahasa Indonesia. Kita sadari bahwa tidak
semua orang Indonesia akan belajar bahasa Inggris. Untuk itu sumber informasi
dalam bahasa Indonesia harus tersedia. Saat ini belum banyak sumber informasi
pendidikan yang tersedia dalam bahasa Indonesia. Konsep berbagi (sharring),
misalnya dengan membuat materi-materi pendidikan di Internet, belum merasuk.
Inisiatif langka seperti ini sudah ada namun masih kurang banyak.
Akses Internet masih mahal. Meskipun sudah tersedia, akses ke Internet masih
mahal. Namun hal ini diharapkan akan menjadi lebih murah di masa yang akan
datang. Diharapkan akselerasi penurunan harga menjadi fokus utama dari
Pemerintah. Mekanisme lain adalah adanya subsidi dari pemerintah untuk
institusi pendidikan.
Akses Internet masih susah diperoleh. Beberapa daerah di
Indonesia masih belum memiliki jalur telepon yang dapat digunakan untuk
mengakses Internet.
Selain dari dampak positif, internet juga berdampak negatif bagi para pelajar.
Pengguna internet terbesar saat ini adalah para pelajar SLTP diikuti oleh
pelajar SLTA dan kalangan mahasiswa justru menempati urutan ketiga (kecuali di
warnet yang berdekatan dengan kampus). Dalam sebuah survey, para pelajar SLTP,
SLTA dan SD sebagian besar menggunakan internet untuk bermain game dan
chatting. Dan rata-rata mereka rela menghabiskan waktu 3-5 jam/ hari dengan
mengeluarkan uang Rp.7000 – Rp.30.000/hari untuk bermain internet. Memang tidak
semua pelajar hanya menggunakan internet untuk bermain game dan chatting.
Memang diantara mereka juga menggunakan internet untuk sarana mencari
pengetahuan, namun yang melakukan hal itu jumlahnya tidaklah banyak.
Game dan chatting bisa membawa effect kecanduan. Dan apabila sudah kecanduan
tentu effect sampingnya akan membuat anak menjadi malas belajar, malas mengaji
dan setiap ada kesempatan selalu berusaha untuk bermain game dan chatting.
Dampak negatif bermain game hampir sama dengan dampak permainan Play Station
dimana seseorang yang sudah kecanduan akan betah seharian bermain dan bahkan
lupa makan, lupa minum dan lupa kalau hari esok masih ada.
Begitu juga dengan chatting, para pelajar yang melakukan
kegiatan ini menganggap waktu 5 jam sama dengan 10 menit. Dan mereka cenderung
memanfaatkan chatting untuk sekedar ngobrol kesana-kemari dengan teman
kencannya di internet dan bahkan tidak menutup kemungkinan juga mengarah kepada
pembicaraan yang porno. Effect permainan game dan chatting ini justru lebih
berbahaya dari kekhawatiran kita sekitar 5 tahun lalu tentang maraknya
situs-situs porno. Karena berdasarkan pengamatan, ternyata situs porno hanya
berefek pada euforia dan dalam waktu singkat mereka sudah akan bosan. Namun
effect game dan chatting adalah effect candu yang bisa membuat penggunanya
menjadi ketagihan dan ini yang sangat berbahaya bagi dunia pendidikan kita.
Beberapa kejadian di Indonesia menunjukan ada kasus perkosaan oleh teman
chatting, penipuan oleh teman chatting
HUBUNGAN INFORMASI DAN BUDAYA :
Globalisasi pada hakikatnya ternyata telah membawa nuansa
budaya dan nilai yang mempengaruhi selera dan gaya hidup masyarakat. Melalui
media yang kian terbuka dan terjangkau, masyarakat menerima berbagai informasi
tentang peradaban baru yang datang dari seluruh penjuru dunia. Begitulah,
misalnya, banjir informasi dan budaya baru yang dibawa media tak jarang teramat
asing dari sikap hidup dan norma yang berlaku. Terutama masalah pornografi,
dimanasekarang wanita-wanita Indonesia sangat terpengaruh oleh trend mode dari
Amerika dan Eropa yang dalam berbusana cenderung minim, kemudian ditiru
habis-habisan. Sehingga kalau kita berjalan-jalan di mal atau tempat publik
sangat mudah menemui wanita Indonesia yang berpakaian serba minim mengumbar
aurat. Di mana budaya itu sangat bertentangan dengan norma yang ada di
Indonesia. Belum lagi maraknya kehidupan free sex di kalangan remaja masa kini.
Pengaruh informasi terhadap budaya ini memang menyebabkan pengaruh yang paling
parah. Kalau di negara Indonesia ini hamper semua masyarakatnya telah mengikuti
budaya yang seperti di Amerika dan Eropa, pasti akan ada perpecahan dari dalam
negeri ini, akan ada pertentangan yang mungkin akan berdampak buruk bila orang
yang mengikuti gaya Eropa dan Amerika itu melawan. Karena kalau mereka melawan,
mereka akan berfikir negara Indonesia ini seperti negara luar yang bebas. Jadi
mereka akan melakukan tindakan yang bebas sesuka hati mereka untuk
mempertahankan gaya yang ditiru oleh mereka.
Kehidupan sosial masyarakat juga ikut berdampak akibat perkembangan informasi
tersebut, terutama pada perkembangan internet. Dampak dari pengaruh tersebut
adalah kurangnya sikap gotong-royong dari masyarakat, individualisme terlihat
pada masyarakat kota. Hubungan sosial yang terjalin di masyarakat kita bisa
hanya dengan menggunakan via hand phone atau via email. Memang cara seperti itu
praktis, cepat dan mudah. Tapi tanpa sadar mereka tidak dapat bersilaturahmi
secara langsung.
Pengaruh positif dari informasi yang berkembang di dunia
bagi budaya yaitu pengetahuan budaya. Indonesia yang belakangan ini budayanya
yang dimiliki sering diakui atau diklaim oleh negara lain kini seluruh dunia
dapat melihat dan mengenal bagaimana kebudayaan di Indonesia, sehingga seluruh
dunia dapat tau bagaimana isi di setiap masing-masing negara, sebenarnya selain
memamerkan bdayanya, Indonesia juga harus memberikan hak paten terhadap
budaya-budayanya agar tidak di curi lagi oleh negara lain kalau Indonesia sudah
mengukuhkannya. Jadi mudah-mudahan tidak akan ada lagi pengakuan dari
Negara-negara lain terhadap kebudayaan bangsa Indonesia.
KESIMPULAN KORELASI BAHASA INDONESIA DENGAN SISTEM INFORMASI DAN BUDAYA :
Kesimpulannya sistem informasi dan ilmu budaya adalah
kesatuan bagian-bagian yang saling berhubungan yang berada dalam suatu wilayah
serta memiliki item-item penggerak dari sekelompok masyarakat yang menjadi
suatu tradisi atau kebiasaan yang dilakuukkan secara turun temurun dari
sekelompok masyarakat dan itu menjadi ciri khas dari kelompok mereka. Hubungan
antara sistem dan budaya adalah dalam hal penggerak dan kesatuan bagian yang
saling berhubungan. Budaya di Indonesia pasti ada penggerak atau yang malukukan
kegiatan kebudayaan tersebut yaitu masyarakat Indonesia itu sendiri. Indonesia
memiliki banyak ragam suku-suku sehinngga budaya yang ada di Indonesia
bermacam-macam. Walaupun berbeda-beda suku dan budaya, Indonesia memiliki
‘bhineka tunggal ika’ yang artinya walaupun berbeda-beda tapi tetap satu jua.
Jadi suatu sistem yang menghubungkan budaya di Indonesia adalah sebuah negara
Indonesia yang dipimpin seseorang Presiden.
02.53